Sariawan

SARIAWAN

Sariawan dikatakan sering kambuh jika dalam sebulan terjadi 2-3 kali. Sariawan paling sering terjadi di bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Proses penyembuhannya juga cukup lama, rata-rata 7-9 hari atau bisa sampai 2 minggu.

PENYEBAB:

Pada bayi, umumnya sariawan disebabkan jamur; sedangkan pada balita disebabkan trauma (tergigit) dan jamur. Ada 3 jenis sariawan yang kerap menyerang anak, yaitu:

1. Stomatitis apthosa, yaitu sariawan yang terjadi akibat tergigit atau luka akibat benturan dengan sikat gigi. Bila kemudian kuman masuk dan daya tahan tubuh anak sedang turun, maka bisa terjadi infeksi; timbul peradangan dan melahirkan rasa sakit atau nyeri.

2. Oral thrush/moniliasis, sariawan yang disebabkan jamur Candida albican, biasanya banyak dijumpai di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat di dalam mulut. Namun, saat daya tahan tubuh anak menurun, ditambah penggunaan obat antibiotika yang berlangsung lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, jamur Candida albican tumbuh lebih banyak lagi.

3. Stomatitis herpetik, yang disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan biasanya langsung terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan pada saat itu daya tahan tubuh sedang rendah.

GEJALA:
Pada bayi:

  • Umumnya muncul demam hingga 40oC.
  • Banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya.
  • Rewel, tak mau makan atau makan dimuntahkan, enggan menyusu, dan gelisah.
  • Mulut mungkin berbau akibat populasi kuman atau jamur di mulut.

Pada balita:

  • Kadang disertai demam yang tak terlalu tinggi.
  • Nafsu makan berkurang.

PENANGANAN:
Sebetulnya sariawan bisa sembuh sendiri. Kecuali sariawan yang disebabkan jamur, harus diobati dengan obat antijamur. Biasanya butuh waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika tak diobati, bisa berkelanjutan. Memang tak sampai menyebar ke seluruh tubuh, paling hanya di sekitar mulut. Jika jamur ikut tertelan, sangat mungkin terjadi diare.

Atasi sulit makan dengan suapan porsi kecil perlahan-lahan. Ajari anak minum susu dari gelas dengan memakai sendok, karena minum lewat botol dapat memperbesar gesekan dengan sariawan. Makanan anak pun sebaiknya dibuat lembut/encer agar mudah ditelan. Berikan setelah makanan agak dingin agar tak memperparah luka. Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B dapat mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan kekurangan vitamin C bisa mempermudah timbulnya kembali sariawan.

Jika setelah diberi obat, biasanya obat kumur, anak tak jua sembuh, harus dicari penyebab lain. Mungkin karena jumlah kuman bertambah, dosis pemakaian obat kurang, atau akibat mengunyah terjadi lagi trauma baru di lidah. Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak memang rendah atau karena kebersihan mulut dan gigi tak terjaga.

SARIAWAN

Sariawan merupakan bahasa awam untuk berbagai macam lesi/benjolan yang timbul di rongga mulut. Biasanya jenis sariawan yang sering timbul sehari-hari di rongga mulut dalam istilah kedokteran gigi disebut Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR).

Gejalanya berupa rasa sakit atau rasa terbakar satu sampai dua hari disusul luka (ulser) di rongga mulut. Rasa sakit dan panas ini membuat penderita susah makan dan minum sehingga kadang pasien dengan SAR datang ke dokter gigi dalam keadaan lemas.

Sariawan bisa menyerang siapa saja. Pada anak-anak, paling sering timbul di mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah serta di langit-langit. Penyebabnya umumnya karena defisiensi vitamin B 12 dan zat besi, luka karena tersodok sikat gigi, atau adanya infeksi virus dan bakteri. Ada pula yang disebabkan reaksi imunologik abnormal pada rongga mulut.

Dengan mengetahui penyebabnya, diharapkan timbulnya sariawan bisa dihindari. Di antaranya dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengonsumsi nutrisi yang cukup, terutama yang mengandung vitamin B12 dan zat besi. Jika sariawan selalu hilang-timbul, sebaiknya segera ke dokter gigi untuk mendapat penanganan dan obat yang tepat.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s