Panduan Kesehatan Selama Puasa Ramadhan

Panduan Kesehatan Selama Puasa Ramadhan
14 Agustus 2009

normal_berbuka-puasa-02Berpuasa di bulan Ramadhan, jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan, memiliki beberapa manfaat. Dan ilmu kedokteran sekarang ini telah mengakui manfaat dari berpuasa yang berimbas terhadap kesehatan dan kebaikan tubuh dan pikiran seseorang. Artikel ini merupakan artikel terjemahan yang saya terjemahkan dari tulisan Dr. Farouk Haffejee yang berjudul: “Some health guidelines for fasting“, tentunya setelah meminta izin kepada redaksi websitenya terlebih dahulu dan alhamdulillah saya diizinkan untuk menerjemahkan artikel ini. 

Artikel ini memberikan anjuran-anjuran yang bermanfaat untuk menghindari beberapa masalah kesehatan umum yang dapat ditemui selama bulan Ramadhan. Jika anjuran-anjuran ini diikuti, insya Allah seseorang akan dapat berpuasa dengan nyaman dan menikmati manfaat spiritual secara sempurna dari bulan Ramadhan.

Selama bulan suci Ramadhan, makanan yang kita makan diupayakan tidak berbeda jauh dengan makanan kita sehari-hari sebelum bulan puasa dan diupayakan sesederhana mungkin. Makanan yang kita makan perlu diatur sedemikian rupa sehingga kita tetap dapat mempertahankan berat badan yang normal, tidak bertambah atau berkurang. Akan tetapi, jika anda memiliki berat badan yang berlebih, maka Ramadhan ini adalah saat yang ideal untuk menormalkan berat badan.

Karena puasa Ramadhan yang akan kita laksanakan berlangsung seharian penuh, kita perlu mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna termasuk makanan yang mengandung serat, bukan makanan yang cepat dicerna. Makanan yang lambat dicerna dapat bertahan sampai 8 jam, sedangkan makanan yang cepat dicerna hanya bertahan 3 sampai 4 jam. Contoh makanan yang lambat dicerna antara lain makanan yang mengandung padi-padian (grain) dan biji-bijian seperti gandum, buncis, kacang, tepung biji gandum, nasi putih, dan lain-lain (atau yang dikelompokkan sebagai karbohidrat kompleks) dan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran. Contoh makanan yang cepat dicerna adalah makanan-makanan yang mengandung gula, tepung terigu, dan lain-lain (yang dikelompokkan sebagai karbohidrat olahan).

Makanan yang dimakan harus seimbang, mengandung komponen dari masing-masing kelompok makanan yaitu buah, sayuran, daging/ayam/ikan, roti/sereal dan produk susu. Makanan yang digoreng tidak sehat dan perlu dibatasi. Makanan seperti ini bisa menyebabkan kesukaran pencernaan, nyeri ulu hati, dan masalah berat badan.

Sedapat mungkin hindari:

  • Makanan yang digoreng dan makanan yang berlemak
  • Makanan yang mengandung terlalu banyak gula
  • Makan berlebihan utamanya pada waktu sahur
  • Terlalu banyak teh selama sahur. Teh berperan dalam pengeluaran lebih banyak urin yang turut membawa garam-garam mineral bermanfaat yang akan dibutuhkan tubuh sepanjang hari puasa.
  • Merokok. Jika anda sulit berhenti merokok, kurangi secara bertahap mulai dari beberapa pekan sebelum Ramadhan. Merokok tidak sehat dan sedapat mungkin dihentikan selama bulan Ramadhan.

Upayakan memakan:

  • Karbohidrat kompleks pada waktu sahur sehingga makanan yang anda makan bertahan lebih lama dan membuat anda tidak terlalu merasa lapar.
  • Tahu dan tempe adalah sumber protein yang sangat baik dan merupakan makanan yang lambat dicerna.
  • Kurma adalah sumber yang sangat baik untuk gula, serat, karbohidrat, kalium dan magnesium.
  • Buah badam (buah almond) kaya akan protein dan serat dengan sedikit lemak.
  • Pisang adalah sumber yang baik untuk kalium, magnesium dan karbohidrat.

Minumlah:

  • Secukup mungkin air atau jus buah antara waktu berbuka sampai tidur malam sehingga tubuh anda bisa menyesuaikan kadar cairan pada waktunya.

Masalah-Masalah Medis yang Umum

KONSTIPASI (SEMBELIT)

Konstipasi bisa menyebabkan bawasir (hermoroid), fisur (lekahan yang terasa sakit pada saluran dubur) dan kesukaran pencernaan disertai perasaan perut gembung.

Penyebab: Terlalu banyak makan makanan olahan, terlalu sedikit minum air dan serat tidak cukup dalam diet.

Cara mengatasi: Hindari makanan olahan yang berlebih, tingkatkan asupan air, gunakan dedak untuk memanggang.

KESUKARAN PENCERNAAN DAN SUKA BUANG ANGIN

Penyebab: Makan berlebihan. Terlalu banyak makanan goreng dan makanan berlemak, makanan pedas, dan makanan-makanan yang menghasilkan gas seperti telur, kubis, kacang, dan minuman bersoda juga bisa menghasilkan gas.

Cara mengatasi: Jangan makan berlebihan, minum jus buah atau masih lebih baik jika air putih. Hindari makanan-makanan yang digoreng, dan tambahkan biji seledri ke dalam makanan-makanan yang menghasilkan gas.

LETARGI (”tekanan darah rendah”)

Keluar keringat berlebihan, badan lemah, kurang energi, pusing, khususnya saat berdiri dari posisi duduk, penampilan pucat dan merasa lesu adalah gejala-gejala yang terkait dengan “tekanan darah rendah”. Ini cenderung terjadi pada waktu menjelang sore.

Penyebab: terlalu sedikit asupan cairan, asupan garam berkurang.

Cara mengatasi: Usahakan tetap bersikap tenang, tingkatkan asupan cairan dan garam.

Peringatan: Tekanan darah rendah harus dibuktikan dengan memeriksa tensi darah ketika gejala-gejalanya terjadi. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi mungkin memerlukan penyesuaian pengobatan selama Ramadhan. Mereka harus berkonsultasi dengan dokter.

SAKIT KEPALA

Penyebab: Berhenti mendadak dari minum kopi dan merokok, beraktivitas terlalu banyak dalam satu hari, kurang tidur, lapar biasanya terjadi ketika matahari sudah tinggi dan paling terasa di penghujung hari. Jika terkait dengan “tekanan darah rendah”, sakit kepala bisa menjadi parah dan juga bisa menyebabkan nausea/mual sebelum berbuka.

Cara mengatasi: Kurangi konsumsi kopi (jika anda peminum kopi) dan merokok (jika anda seorang perokok) secara berangsur mulai dari satu pekan atau dua pekan sebelum Ramadhan. Teh herbal dan yang bebas kafein bisa dijadikan sebagai pengganti. Atur ulang jadwal anda selama Ramadhan sehingga anda memiliki waktu tidur yang cukup.

KADAR GULA DARAH RENDAH

Badan lemah, pusing, capek, sulit berkonsentrasi, mudah berkeringat, tremor, tidak mampu melakukan aktivitas fisik, sakit kepala, dan palpitasi (denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan) adalah gejala-gejala rendahnya kadar gula darah.

Penyebab pada orang non-diabetes: mengkonsumsi terlalu banyak gula, yakni karbohidrat olahan khususnya selama waktu sahur. Tubuh menghasilkan terlalu banyak insulin yang menyebabkan glukosa darah menurun.

Cara mengatasi: makan sesuatu saat sahur dan batasi makanan dan minuman yang mengandung gula.

Peringatan: pasien diabetes mungkin perlu menyesuaikan pengobatan selama Ramadhan, harap hubungi dokter.

KERAM OTOT

Penyebab: asupan kalsium, magnesium dan kalium yang tidak cukup dari makanan.

Cara mengatasi: Makan makanan yang kaya akan mineral seperti sayuran, buah, produk-produk susu, daging dan kurma.

Peringatan: Bagi anda yang sedang menjalani pengobatan tekanan darah tinggi dan mengalami masalah batu ginjal, perlu menghubungi dokter.

RADANG USUS, NYERI ULU HATI, GASTRITIS DAN HIATUS HERNIA

Kadar asam yang meningkat dalam perut kosong selama bulan Ramadhan memperburuk kondisi-kondisi ini. Ini akan menimbulkan sensasi terbakar dalam daerah perut di bawah tulang iga dan bisa meluas sampai ke kerongkongan. Makanan pedas, kopi, dan minuman Cola semakin memperburuk kondisi ini.

Beberapa obat tersedia untuk mengontrol kadar asam dalam perut. Orang yang terbukti mengalami radang usus dan hiatus hernia perlu menghubungi dokter sebelum Ramadhan.

BATU GINJAL

Batu ginjal bisa terjadi pada orang yang mengkonsumsi lebih sedikit cairan. Dengan demikian penting meminum cairan tambahan untuk mencegah pembentukan batu ginjal.

NYERI SENDI

Penyebab: tekanan yang meningkat pada sendi-sendi lutut selama melaksanakan Sholat. Pada orang yang berusia lanjut dan mereka yang mengalami artritis bisa menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan dan ketidaknyamanan.

Cara mengatasi: Kurangi berat badan sehingga lutut tidak menopang beban berlebih. Latih tungkai bawah. Sehat secara fisik memungkinkan penyempurnaan aktivitas fisik yang lebih besar, sehingga seseorang dapat melakukan sholat dengan mudah. (Diterjemahkan dengan seizin redaksi dari: http://www.submission.org).

Itulah beberapa panduan kesehatan selama bulan Ramadhan, panduan-panduan yang didasarkan pada penelitian ilmiah yang hanya diketahui dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belakangan ini, tetapi jauh sebelumnya Rasulullah SAW telah memberikan tips yang sangat manjur:

Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, dan Mari Kita Lewati Bulan Ramadhan yang Akan datang Ini (insya Allah) dengan Berpuasa Sehat.

  

Wassalam.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s